Perkenalan, Gaya Hidup, dan 3 Pondasi Dasar Fitness


Selamat malam, salam sehat untuk para pembaca blog saya dimanapun berada. Pertama tama ijinkan saya untuk berkenalan. Nama saya Dimi. Saat ini usia saya 22th. Saya adalah seorang yang memiliki badan kurus dengan postur yang buruk dan tulang belulang yang kecil. Saya susah makan. Saya biasa skip sarapan dan bahkan untuk mencapai 3x sehari makan saja tidak terlampaui. Waktu SMA berat badan saya pernah sampai 46kg dengan tinggi badan 170cm. Saya sering sakit waktu itu, terutama radang tenggorokan.
Beranjak kuliah berat badan saya mulai naik menjadi 50kg lalu 55kg. Akan tetapi gaya hidup saya masih saja tidak sehat. Saya masih skip sarapan, makan seadanya, begadang, dan tidak pernah olahraga. Saya tidak pernah menyukai olahraga, entah itu sepak bola, futsal, basket, voli, atau lainnya. Olahraga yang saya suka waktu itu paling hanya olahraga beladiri, itupun hanya sebatas untuk menambah kepercayaan diri saja. Masa kuliah adalah masa masa yang sangat amburadul bagi badan saya. Tiap tahun saya terkena tipes/typhus. Semester 3 tahun 2014 saya terkena tipes yang membuat berat badan saya anjlok, kemudian tahun 2015 juga terkena tipes lagi, hingga juni 2016 saya kembali terkena tipes.
Tahun 2014 saya mulai menyadari sejak kegagalan saya dalam tes kebugaran waktu mencoba mendaftar di sekolah kedinasan, bahwa kebugaran itu penting untuk diri saya. Ibarat saya (atau kalian) menjadi bos yang sedang mencari karyawan untuk bekerja di tempat saya, dan diumpamakan ada tiga orang calon pendaftar. Yang satu bertubuh gemuk berpenyakit, yang satu kurus sakit sakitan, dan yang satu bertubuh ideal sehat jasmani rohani. Saya yakin pasti akan pilih orang yang bertubuh ideal sehat jasmani rohani. Sejak saat itulah saya mulai rajin makan teratur 3x sehari. Yang dulunya makan nasi sayur pun masih bisa hidup, sejak itu mulailah ditambah lauk pauk berprotein (spt. Ayam, telur, ikan, dkk). Tak hanya itu saja, saya juga mulai rajin push up dan sit up tiap hari di kamar. Dan efeknya ‘wow’, tangan dan dada saya pegal pegal. Namun setelah beberapa minggu mulai kencang otot otot dada dan tangan saya, sangat menambah kepercayaan diri. Waktu berlalu makin lama saya semakin menyukai olahraga. Saya mulai belajar berenang dan melakukan lari sore. Waktu itu berat badan saya bisa mencapai 55kg dengan tinggi 170cm.
Tahun 2015 saya kembali terkena tipes. Ternyata perubahan saya waktu itu tidak cukup untuk membuat badan saya kebal dari bakteri salmonella T. Berat memang hidup ini, ditambah waktu itu saya mencoba daftar sekolah kedinasan lagi. Tapi ok, saya 2015 bukanlah saya yang 2014 dulu. Saya tetap jalani tes kebugaran meskipun kondisi saya sedang tidak ‘fit’. Dan hasilnya. Saya lolos. (lanjut lanjut cerita, saya meninggalkan univ saya tsb dan masuk sekolah kedinasan).
Merasa melihat hasil, tahun 2016 saya makin suka olahraga. Push up, sit up, dan membeli dumbel untuk latihan di kamar kos saya yang sempit. Dengan modal melihat video youtube dan baca baca artikel di google saya latihan di kamar. Berenang pun saya semakin rutin. Disitu terjadi kenaikan berat badan dari 55kg menjadi 60kg. Bahkan waktu pertengahan juni saya mulai memasuki gym. Pertama kali mengenal gym, saya langsung forsir badan saya untuk latihan 3 hari berturut turut dengan progam seperti waktu latihan di kamar. Alhasil saya drop dan terkena tipes lagi. Padahal waktu itu berat badan saya mulai menginjak di angka 65kg. Karena tipes, berat badan jadi turun drastic 55kg.
Bagi saya fitness bukan lah sebuah hobby. Saya tidak pernah mengatakan kepada teman saya atau orang lain bahwa hobby saya adalah fitness atau ‘ngegym’. Bagi saya fitness adalah sebuah gaya hidup. Banyak hal yang saya dapatkan dari gaya hidup tersebut. Sehat jasmani rohani adalah hal yang utama. Artinya tidak hanya fisik saya saja yang bertambah kuat, melainkan mental kepercayaan diri dan rasa syukur saya akan kesehatan pun bertambah kuat. Kalian tahu bahwa Tuhan menciptakan manusia ini secanggih mungkin.
Pada dasarnya ada 3 pondasi sederhana dalam bergaya hidup fitness, yakni : (1) Diet, (2)Latihan, (3) Istirahat. Sederhana tapi tak sedikit pula yang salah mengartikan ketiga  pondasi tersebut. Diet, banyak orang salah mengartikan. Yang sebenarnya, diet adalah pengaturan makanan yang disesuaikan dengan kondisi individu sesuai dengan ‘goals’ atau tujuan individu tersebut (bukan mengurangi porsi makan). Bagi orang gemuk/fatty memang ada benarnya bahwa mengurangi porsi makan menjadi dietnya, akan tetapi dilihat dulu kondisi kesehatannya. Dan bagi orang kurus pun juga perlu diet. Diet orang kurus adalah dengan menambah asupan kalori sehari hari lewat makanan yang ia makan sehingga jumlahnya lebih besar daripada kalori yang ia bakar dalam seharinya, akan tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Jadi jika ada orang yang bilang : ‘bro, kamu katanya diet? Kok makannya banyak sih?’ jawab saja : ‘aku lagi bulking bro, mau nambah masa otot.
Terus soal latihan. Latihan yang baik itu terprogam, dan tetap disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing masing. Artinya jangan pernah memforsir badanmu secara berlebihan kalau kamu punya penyakit jantung. Selalu ada perkembangan dalam setiap latihanmu, alias ada progress. Entah itu dari intensitas, volume, maupun frekuensi latihan. Harus lebih berat atau lebih banyak repetisi atau lebih sering latihannya dalam setiap minggunya. Dan jangan sampai overtraining. Jangan sampai pertama kali latihan seminggu full dengan program full  body workout + intensitas tinggi dan volume latihan yang berat. Bisa drop badan kamu. Bisa cidera.
Terus soal istirahat. Banyak yang bilang : ‘otot itu dibangun ketika kita sedang istirahat’. Ya benar. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh kita akan kesulitan untuk pulih. Istirahat itu penting, terutama tidur cukup. Dan kalau memang saatnya ‘Rest Day’ ya istirahat saja, nggak usah nekat ke gym karena saking semangatnya.

ini waktu saya masih kelas 2 SMA, saya yang kiri


ini waktu kuliah, tahun 2013, saya paling kanan


saya versi 2014


ini tahun 2015, sudah mulai push up sit up dikit dikit


ini 2015 juga, saya yang tengah


ini 2015 juga, udah mulai wow


tahun 2016, mulai beli dumbel 4kg untuk latihan di kamar :)


kalau ini 2017, udah mulai sangar karena udah rutin 'ngegym'


2017, udah ganteng lah ini


awal 2018, masih oke meskipun udah mulai susah gym karena pekerjaan


Mungkin itu saja dulu bro.. next akan dilanjut lagi lebih mendetail. Terimakasih, salam sehat

Komentar